Daftar Yuuk…

Layanan Online

Monthly Archives: October 2017

WISUDA KE XXXIII STIE SURAKARTA

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surakarta (STIES) menyelenggarakan Wisuda Periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2017/2018 pada hari Sabtu, 7 Oktober 2017 bertempat di The Sunan Hotel Solo, pada pukul 07.30 WIB – selesai. Prosesi Wisuda yang dilaksanakan dalam tajuk Sidang Terbuka Senat STIE Surakarta yang dipimpin langsung oleh Ketua STIE Surakarta Dr. Budi Istiyanto, M.M., M.H. ini akan mewisuda Program Diploma III sebanyak 76 lulusan dan Program Sarjana sebanyak 20 lulusan.

Wisudawan terbaik dari Program Diploma III adalah Ayu Widiawati, A.Md, sedangkan wisudawan terbaik dari Program Sarjana diraih oleh Ria Rahmawati, S.E. dari Program Studi Akuntansi dan Ayu Nikmah Ika Sari, S.E. dari Program Studi Manajemen.

Pelaksanaan Wisuda STIE Surakarta ini diharapkan dapat menciptakan alumni yang bangga dan cinta terhadap almamaternya sebagai tempat menimba ilmu di jenjang perguruan tinggi serta mencetak alumni yang siap bekerja dan berwirausaha.

Pada pidato sambutannya, Ketua STIE Surakarta Dr. Budi Istiyanto, M.M., M.H. menyampaikan bahwa alumni diharapkan dapat terus mengembangkan kemampuannya dalam berkiprah di dunia kerja maupun wirausaha. Beliau juga berpesan para alumni agar selalu menjaga nama baik STIE Surakarta.

Acara wisuda kali ini turut hadir Anggota DPR RI, Komisi III Drs. Mohamad Toha, S.Sos., M.Si. menyampaikan Orasi Ilmiahnya kepada seluruh wisudawan dan wisudawati dengan tema “Internalisasi Nilai Rahmatan Lil ‘alamin ke dalam Pancasila : Jalan Tengah Bernegara”. Konsep Islam rahmatan lil ‘alamin secara nyata telah terejawantahkan dalam paham ahlussunah wal jama’ah (aswaja) yang jelas mempunyai akar sejarah panjang dalam kelahirannya. Konsep ini mengedepankan nilai kedamaian, harmoni dan kasih sayang, serta menunjukkan sikap moderat dan toleran ketika berhadapan dengan arus peradaban umat yang berbeda aliran, paham, dan bahkan agama. Negara yang didasarkan pada Pancasila, nilai-nilai dalam Islam rahmatan lil ‘alamin menegaskan bahwa tauhid adalah sebagai prinsip sila pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa) dari perspektif setiap pemeluk agama. Sementara, prinsip tasamuh mengajak kita untuk bersikap toleran dalam kehidupan antaragama. Pembumian Islam rahmatan lil ‘alamin dalam ketatanegaraan Indonesia memiliki hubungan yang kuat dengan implementasi Pancasila.Tentunya diperlukan usaha yang keras untuk mensintesis Islam rahmatan lil ‘alamin dan Negara untuk meniti jalan tengah guna memformulasikan kebijakan-kebijakan nasional yang agamis, yang dapat mensejahterakan rakyat.

October 2017
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

E-Jurnal

E-Campus

Alumni STIES

Traffic Online

Denah Lokasi